Puisi Malamku Berlabuh

Dan malam yg mulai membelah bumi,
Pada rasa & asa yg menggelembung penuh..
Sementara pelabuhan cintapun membara pekat
Dalam batas rapuh namun tiada mengukuh
Pada siapa kuberharap?
Akankah takbir menjelma kelam?

Hhh.. tapak kakipun merajut halusinasi tentangmu.
Suram namun aku tetap pada batas penantian panjang..
Semoga kau mengerti, betapa ku mengharapkanmu..
Seperti malam mengharap rembulan & bintang.
Semoga..

3 Tanggapan to “Puisi Malamku Berlabuh”

  1. sejuta rasaku pun berlanjut menatap rembulan
    dalam harap cinta terulang
    beri rasa semangati nadiku

  2. Bagus puisinya….
    Malam knapa tak kau biarkan mimpiku usai
    sampai fajar menyalami matahari
    lam knal….

  3. wao,puisi’y keren…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: