Lara Hati Mengusik Mimpi

Dan lara yang kudapat..
Manakala malam merekah pekat.
Dan hati yang kupunya..
Manakala malam berpayung hujan.
Akupun menepi pada batas kesepian panjang..
Manakala dirimu meludahiku.

Tak mengapa..
Aku terbiasa merepih cinta dan merangkul lara
Lalu hembusan angin menyibak helai demi helai rambutku.

Angin..
Mungkin cara terbaik saat ini bagiku tuk ungkap sepi yang ada.
Maka sampaikan padanya, telah tercabik luka dalam dada.
Duh.. Perih! Sakit!

Dan saat sang pagi menjemput malam, kucoba meraih mimpi
Barangkali, ini awalku menemukanmu dari raga-raga lain..
Barangkali..
Atau mungkin ini awalku menemukan kehancuranku sendiri.

Tidak! Aku harus bangkit!
Melebur seluruh lara, hingga kembali kutemui malam..
Dan lara hati kembali hadir lewat malam, mengusik mimpi..

(Selamat tinggal kenangan)
Sudah waktunya aku beranjak.
Atau tidak sama sekali untuk mati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: