Surat Resah untuk Anakku..

Anakku..
Perjalanan hidup kita memang berbeda dari yg lain.
Dimana kelam, kita nikmati dalam arungi hidup.
Dimana onak, kita tapaki dalam menggayuh langkah.
Aku tahu, sesungguhnya kau teramat sepi lintasi hidup hanya berdua denganku.. Maafkan mama, nak..
Aku tak bisa memberimu surga, dengan melakukan harmoni.
Sebab kau terlahir lewat keputus asaan.
Sebab kau tumbuh tanpa tahu keberadaan ayahmu..
Sekali lagi maafkan mama, nak.
Namun percayalah bahwa kamu adalah harapan hidupku.

Duhai anakku..
Bila kelak beranjak dewasa, maka jangan kau permainkan hati seorang wanita. Ingat itu!
Sebab kau terlahir dari rahim seorang wanita.
Sebab hatiku tercabik oleh kaummu.
Kau masih ingat? Kau pernah tanyakan, “kemana papa, ma?”
Waktu itu kau masih kanak-kanak.
Lalu ku jawab, “papamu sudah tiada. Sudah mati!”

Dan anakku..
Kini, kau telah tumbuh remaja dalam lingkup hidupmu.
Ada baiknya kuungkap sebuah kejujuran yang lama kupendam.
Maafkan aku.. Bahwa dia masih hidup namun seperti mati!
Bahwa dia lebih memilih gairah ketimbang tanggung jawab.
Bahwa dialah papamu! Duh..
Sekali lagi maafkan atas pengakuanku..

Wahai anakku, cepat seka airmatamu!
Kamu adalah laki-laki! Dan kamu berjanji akan menjagaku!
Jangan menyerah oleh ungkapan! tetaplah tatap ke muka!
Kita bisa jalani pahitnya hidup ini, berdua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: