Rindu Dalam Pekat Malam

Malam berlabuh dalam semai gelap tanpa batas.
Angin coba menyentuh anak rambut, lewat hembus lirihnya.
Aku memang tengah sendiri.
Menanti cukup lama kepekaan batinmu menggapai hatiku.

Hingga waktu berlalu, jarak makin menjauhkan kita.
Dan aku masih saja tak berhenti memikirkan rindu akanmu.
Lalu sampai kapan??

Lelah mulai menghinggapi tapi rindu belum juga mau bertepi.
Aku sungguh membenci hatiku sendiri!
Harusnya kubuang jauh bayangmu dalam pekat malam.
Harusnya….

Tapi seperti juga pekat pekat sebelumnya,
Aku tetap terbius rindu akanmu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: