Airmata, Hujan & Malam

Aku sendiri membelah malam.
Bersama sepi & gelap.
Direlung hati mengintai rindu.
Ilusipun siap menjalari fikiran.
Lalu disudut mata, terlihat senyummu.
Lalu di detak jantung meraba namamu.
Aku terbius suasana.
Hanya malam yg setia menemani rinduku akanmu..

Kemudian angin berhembus agak kencang
Dan kurasakan titik hujan merinai luruh jatuh.
Hujan…
Aku mulai mengisak dalam tangis.
Aku tak tahu apakah air yang menerpa mukaku
Adalah air hujan atau airmata.
Aku tak peduli!

Dan aku terus merayapi malam & mencari dirimu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: