Menepis Hujan Dalam Malam

Dari kisi hati, meresahku akan tibamu.
Telah lama kupagutkan rasa melawan perih.
Hanya sekelebat bayangmu, muncul, memberi senyum..
Tuk kemudian hilang dalam kegelapan.

Dan hujan memuntahkan air lewat gemuruh.
Dan Aku terbius rintihnya. Terjerat hempasnya.
Mengapa harus hujan?
Mengapa?
Disaat hati ingin membasuh rindu..
Disaat tibamu sesaat dapat kulirihkan..

Mungkinkah kau hilang karena lahir sang hujan?
Padahal aku rindu nikmati bias cahayamu.
Padahal aku resah cumbui hangatmu.

Maka segeralah menepi, duhai hujan.
Agar kubisa nikmati malam bersama rembulan & bintang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: