Malam Berselimut Resah

Dalam gelisah panjang,
Kularut menembus bayangmu.
Lalu di sana, kita saling bergenggaman.
Kemudian melangkah tapaki malam, hanya berdua.

Kuingat betapa penyatuan kita
sangat mengharu biru dalam desah birahi.
Kita buat keheningan, merangkum desah.
Kita ikat kegelapan, merajam erotis.
Betapa kita menggeliat & memutar,
untuk kemudian melepas kemudi yang tertahankan.

Tiupan angin, membuka mataku.
Tak ada dirimu. Aku sendiri merengkuh malam.
Dimana kau berada, cinta?
Aku kehilangan bentuk tanpamu..

Maafkan bila surgamu mengikat hatiku.
Maafkan bila aku mengharapkanmu.
Maafkan bila malamku meresah..

2 Tanggapan to “Malam Berselimut Resah”

  1. nice poem😉

    ==========================================

    Blog Jelek sumpah, jangan diklik!

  2. Marhaban ya Ramadan.
    Sambut bulan ramadan dengan kebersihan jiwa untuk menggapai kemenangan yang hakiki.

    Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: