Rindu Yang Tersisa

Indahnya menikmati rindu
Yang tersimpan begitu lekat dalam hati.
Dan kunikmati rindu ini
Meski sesak oleh ribuan siksa.


Di batas penantian penuh keterpautan
Aku mencoba memutus keindahan rindu
Lewat sisa-sisa suaramu, juga wajahmu
Yang kian menawarkan siksa!

Kalau saja kerinduan mengentaskan siksa
Kutak ingin menyisakan rindu.
Sebab kepastian adalah kunci atas rindu
Dan aku menyambut hangat kunci itu.

Sayangnya kita memang tak bisa entaskan siksa
Hingga pelabuhan tersesaki oleh derita rindu
Bagaimanapun aku harus memilih..
tetap tersiksa lewat rindu
Atau melepas rindu lewat hampa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: