Wahai Malam

Malam adalah kerinduan yang terkumpul
Bersama larutan harapan dalam kenangan.
Malam adalah surga yang tercurah
dalam gelap lewat rembulan & bintang.

Sekelebat bayang melintas lirih
Adalah milik masa lalu kelam.
Sekelebat bayang menari lincah
Adalah milik hati dalam kedamaian.


Dan malam mulai menjurang pada batas redup
Terhempas antara rindu, harapan & kenangan.
Sekelam malam mengakhiri cahaya mentari
Menghangatkan birahiku akan perjalanan hidup.


Sesungguhnya malam adalah nyanyian suci
Dimana hati merenungi batas akhir kemarin
Dengan menggugah rasa atas kegelisahan.


Wahai malam..
Jika ku mati, tetaplah menjadi malam
Agar aku bisa menyertai gelapmu
Dan sanggup menikmati kehidupan..
Mungkinkah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: