Pada Malam Ku Menangis

Halimun dini hari mulai meluruh.
Antara pekat & sepi, menyuarakan mati.
Namun aku tetap berpijak pada indahmu.
Ilusi meluap lewat dingin haribaan malam.
Entah apa lagi yang harus kuperjuangkan.

Aku memang bukan siapa-siapa.
Riakpun menghempas, seolah ikut mengacuhkanku.
Ini adalah gambaran hidup yang lama mati
Elangku hilang terbawa kabut misteri
Nirwana tetap mengulut pada ragam warna
Aku tetap merepih pada sunyi, sepi & gelap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: