Di Simpang Hati

Aku coba mengukir malam lewat gelap.
Gundah yang ada kularutkan dalam senyum.
Untuk kesekian kali, aku terhempas luka.
Selalu menyediakan dua jalur dalam hatiku.

Manakala merentas sisa waktu.
Untai lirih menyudutkan harapan.
Tiada lagi dapat meraih bayangmu.
Atas matinya cinta pada hati terluka.
Namun secercah senyum mengiring resah.
Tak bisakah sesaat kita memadu relung
Oleh kebijakan rasa yang terpenjara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: