Memang Sia-Sia

Hampir seharian bersamamu
Dan kita hanya bisa merangkai waktu
Dengan diam membisu.

Seperti ketika awal perjumpaan
Yang lebih mengedepankan keluhan
Perjalanan kita nampaknya sepi ungkapan
Bahkan menyempiti lorong waktu.

Sehingga pada titik penghujung hati
Aku mencoba mengukir kilas tersisa
Yang tak membawa kita kearah jelas
Nyatanya, memang sia-sia.

Jadi sebaiknya segera kita bungkus cerita
Kita jadikan penutup waktu
Agar yang sia-sia
Tak merambah kian dalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: