Dalam Sepi

Ketika sepi melabuhi hati
Sebentuk hampa menghamba hati
Diiring gelap mencengkeram mata
Sejenak irama hidup membaur lirih.

Seperti juga kemarin dan kemarinnya lagi,
Hari ini kembali serpihan luka warnai cinta
Dimana duka, dimana airmata, merambahi hati
Yang lama berkabut penantian.

Lalu hembusan angin menerpa ujung rambut
Samar namun pasti, membawa wajah dan suara itu.
Wajah lembut penuh luka
Suara tenang penuh amarah.

Duhai…
Jangan lagi kau tabur angkara
Sebab angkara adalah kesia-siaan belaka
Lebih baik kita diam tanpa kata
Lebih baik kita bicara tanpa bahasa..

2 Tanggapan to “Dalam Sepi”

  1. Salam Takzim
    Mengujungi sahabat di sore hari dengan tetap tiada bosan berdo’a semoga engkau tetap berada dalam keranda kebahagiaan bersama keluarga tercinta
    Salam Takzim Batavusqu

  2. subandi kusuma Says:

    bagus puisinya, aku suka, lama ga buat puisi untuku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: