Hening..

Hening…
Suasana membius rasa pekat & sepi
Aku terbias antara sadar & kenangan
tersenyum untuk menangis, lalu tersenyum lagi
(Kulakukan dalam kesendirian)

Hingga kau datang menyentakkan sadarku
Menatapku penuh hikmat dan mendekat
Lalu seperti biasa senyummu mengembang
Lalu seperti biasa bibirmu mengecup keningku.

Kitapun bicara setengah berbisik mesra
Bercanda dalam buaian kehangatan hati
Sesekali kau sentuh pipiku lewat lembut jemarimu
Membuatku mengelak malu dan hanya tertunduk.

Tak terasa batas waktu memudar
kembali aku tercekam dikesendirian
Aku menjerit pilu! Aku berteriak memanggilmu!
Namun penjaga rumah sakit jiwa merasuki sadarku!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: