Hampa

Dalam hembusan angin
Kucoba menabur luka hati
Namun masih saja luka itu melubangi hati
Hingga aku terbiasa ikut melubanginya!

Dan ketika kutawar luka dengan kejujuran,
Masih saja tak jelas arah kisah ini mengalir
Sehingga, sekali lagi, kumencoba melubanginya..
Melubangi lukaku sendiri dengan sayatan hati!

Haruskah hampaku merajut hingga akhir?
Tak bisakah sedikit saja kucumbui bahagia?
Sementara angin tak lagi berhembus
Sementara luka makin menganga
Sementara tetesan darah kian memerah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: