Cermin Hati

Aku bercermin pada sisi hidup bertabur duri
Mengelupaskan gurat nasib dalam takdir terengkuh
Jika sakit hati, mengapa pijarku meredup rentan
Dan jika bahagia, mengapa pijarku terangi luka?

Kembali bercermin pada sisi hidup dalam gelap
Menyuarakan kebutaan hati dalam ego
Menyayatkan kepedihan dalam luka
Sementara waktu tiada dapat dihentikan.

Lalu hikmah apa yang di dapat?
Bila raga tak lagi bernyanyi lagu bahagia?
Mengapa harus mencoba menghentikan waktu?
Itu sama halnya mencari kesia-siaan belaka!

Maka hentikan!!!
Dan tanpa sadar kuhancurkan cermin
Ya! Kuhancurkan cermin hingga berkeping!
Meski melukai hati
Namun aku kembali hidup dalam perjuangan!

Aku tidak mau mati dalam sia-sia!

3 Tanggapan to “Cermin Hati”

  1. cermin yang paling jujur adalah hati🙂

  2. aku suka karya puisi2nya….. ditunggu karya berikutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: