Rentang Waktu

Menyimak jarum jam dalam diam
Adakah debar jantungku terkapar didalamnya?
Walau ketakukan masih bergejolak di bola mata
Namun begitulah kebenaran yang mesti diterima.

Musim pernah menuturkan kebenaran janji
Pada angin yang berhembus
Pada daun yang berguguran
Menyelami waktu hingga serenta ini.

Dan kitapun dituntunnya
Menerima segala ketentuan
Seperti kata yang tiada pernah disadari
Meluncur di kemudian hari.

Begitulah sang angkasa mengabari waktu
Karena janji akan dingin sang tanah
Menanti kita untuk diam didalamnya
Dan kita menunggu… Hanya menunggu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: