Ketika

Ketika kusadari tanpa kerling malam memadu resah
Ada segelintir bayang hangatkan beku diri ini
Diantara seruak luka dan ketidakberdayaan
Dan aku mencoba hunus semua dalam realita..

Ketika suara malam mulai menyapa hati
Maafkan jika saat ini ku hanya ingin mendengar suaramu
Yang mulai terbiasa menari lembut ditelingaku
Mencengkeram bagai lukisan hati dipenghujung senja..

Sementara aku hanya memukau resah
Sementara aku hanya membias galau
Sementara aku hanya mancabik luka….

Ketika itulah kau hadir menyemarakkan hati
Ketika itulah aku tawarkan rasa terindahku
Ketika itulah kita mencari makna sejalan..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: