Kau, Aku Dan Ujung Malam

Di ujung malam bersisian gundah
Aku masih saja menggumuli pekat
Dalam buaian desir lewat terpa sang angin
Kesunyian pun kian menampar hati.

Sementara gerimis mulai meluruh jatuh
Rintiknya menghantar irama sendu dikedalaman khayal.

Dimana malam ini kau berlabuh?
Lelapkah dalam buaian mimpi?
Atau tengah menekuri cakrawala
Seperti dulu biasa kita lakukan berdua?

Meradang aku lantaran tiadamu
Pekik hati seperti tak lagi miliki makna.

Maka jangan biarkan aku sendiri,
Sebab aku terbiasa denganmu.

Maka jangan biarkan gelap menguasai,
Sebab aku serasa mati…

6 Tanggapan to “Kau, Aku Dan Ujung Malam”

  1. rindu yg bs membunuh…

  2. benar benar sebuah kontemplasi malam… tentang individu merayu dalam malam…

  3. indah penghunibumii Says:

    dalam kepedihan

  4. mbak, ijin share puisi ini dlm bentuk video y,,,
    sudah saya upload d’youtube, mohon koment’a ,,,, http://youtu.be/xGiMVcMfJyc

  5. Ini link versi video”a karya saya,,,,,
    Salam buat mbak hanie, teruslah berkarya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: