Merambah Malam

Malam menepati janjinya
pekat dan sunyi kembali melaruti alam
dan aku mencoba merambahnya lewat untai
dan aku mencoba merambahnya lewat bait.

Gelisah, bimbang dan penat
seolah berlomba memasuki kepingan hati
terpatri didalamnya membentuk setoreh luka
luka yang belum juga mau pergi.

Haruskah kuikuti rambahan malam?
sementara hati kecilku berharap sang benderang
Ya, kemanakah hati ini harus bertaut?
Pada kegelapan ataukah sang benderang?

Dan malam ini
Toh aku tetap merambah malam….

Mungkin inilah takdir.
Aku sangat menyintai malam dan kegelapan…

 

7 Tanggapan to “Merambah Malam”

  1. indah penghunibumii Says:

    dalam diam,
    it’s great!

  2. puisinya bagus-bagus banget. mantap banget. semoga selalu sukses dengan blog nya yaaa

  3. Aku juga pecinta malam
    Dalam kelamnya,
    aku tak terkalahkan
    Tapi cinta adalah pilihan
    Jadi wahai benderang,
    tetaplah datang
    Agar aku selalu tentram,
    bisa memilih malam

  4. sangat mendalam sekali nuih min
    haduh jadi tidak bisa komentar apapun

  5. puisi2nya sangat indah mohon izin share salah satunya terimakasih.Gb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: