Pada Malam Kumerindumu

Pada malam terlantun senandung syahdu
Aku yang terdampar di sudut kehidupan
Mencoba mengais rasa dalam balutan luka
Sementara angin menitipkan kebekuan.

Sendiri aku langkahi pekat
Sendiri aku desahkan lelah

Dan pada satu titik penghujung malam
Kuukir namamu lewat kerlingan mataku
Aku merindumu..
Merindu mata tajammu
Merindu senyummu
Merindu kesalmu..

Namun aku tetap tertancap di sini
Diketerbatasan ruang dan waktu
Memohon pada sang malam
Agar rembulan mau memancar secercah sinarnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: